Sunday, June 16, 2013

Perbandingan Istilah Indonesia dan Malaysia yang keliru


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 


Tulisan yang saya angkat ini memang atas keprihatinan saya dengan maraknya istilah-istilah Bahasa Indonesia vs Malaysia yang dimana memburukkan istilah dalam bahasa malaysia, artikel ini diambil dari sumber yang memang berasal dari orang malaysia yang memiliki keturunan Indonesia dan Malaysia.


Istilah Malaysia yang sering kita dengar atau lihat di Internet antara lain bersetubuh dengan bumi, hantu bungkus, laskar hentak-hentak. Apakah istilah tersebut memang benar?Mari lanjutkan membaca..

indonesia, malaysia, bendera

Berikut istilah-istilah tersebut dengan koreksi yang benar...
Indonesia
Malaysia
Kementrian Agama
Kementrian Tak Berdosa (tidak benar, yang benar adalah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM))
Angkatan Darat
Laskar Hentak-hentak Bumi (tidak benar, yang benar adalah Tentera Darat Diraja Malaysia)
Angkatan Udara
Laskar Angin-angin (tidak benar, yang benar adalah Tentera Udara Diraja Malaysia)
Merayap
Bersetubuh dengan bumi (tidak benar, yang benar adalah merayap sama seperti bahasa Indonesia)
Rumah sakit bersalin
Hospital korban lelaki (tidak benar, yang benar adalah Hospital Wanita dan Kanak-kanak)
Belok kiri, belok kanan
Pusing kiri, pusing kanan (yang ini benar)
Departemen Pertanian
Departemen cucuk tanam (tidak benar, yang benar adalah Jabatan Pertanian dan di bawah Kementrian Pertanian & Industri Asas Tani Malaysia)
Gratis bicara 30 menit
Percuma berbual 30 menit (yang ini juga benar, tetapi arti berbual itu adalah bicara)
Satpam
Penunggu maling (tidak benar, yang benar adalah Pengawal Keselamatan)
Tidur siang
Petang telentang (tidak benar, yang benar adalah tidur siang sama seperti bahasa Indonesia)
Tank
Kereta Kebal (yang ini benar)
Rumah Sakit Jiwa
Gubuk Gila (tidak benar, yang benar  adalah Hospital Mesra)
Dokter Ahli Jiwa
Dokter Gila (tidak benar, yang benar adalah Pakar Sakit Jiwa)
Hantu pocong
Hantu bungkus (yang ini benar)

Intinya istilah yang selama ini beredar cuma sebagian aja yang benar, semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat dan sebagai pemersatu bangsa.
Terimakasih.
Wallahu'alam.

Thursday, June 13, 2013

Cara menang dalam sebuah debat!

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 

Wawwww... Debat???

Masih ada yang tidak tahu debat??
Baik saya coba berikan sedikit pendapat, debat merupakan pertukaran ide maupun pendapat yang membahas mengenai suatu hal dengan alasan yang berdasarkan pendapat pribadi.

Anda tidak setuju dengan pendapat saya dengan definisi diatas?? Ya, artinya Anda sudah masuk dalam debat..




Baiklah kenapa judul Cara menang dalam sebuah debat! yang diambil, karena menurut saya judul tersebut lumayan bagus untuk ditulis di blog saya, karena sebagai pembalajaran kita semua.

Tulisan kali ini memang sedikit banyaknya mengutip dari buku koleksi ayah saya yang berjudul "Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain" ditulis oleh Dale Carnegie.
Kembali ke TKP..


Ada sedikikit cerita,

Sebut saja namanya Alex, Dia tipikal orang yang menyukai pertengkaran, dia mempunyai sebuah usaha penjualan mobil, usaha yang dijalankannya sudah beberapa bulan tapi masih sangat sepi dengan pembeli. Fakta yang didapat ternyata dia selalu mendebat dan menentang pembeli yang mengkritik mobil yang ia jual. Kalau ada seorang pembeli yang menghina mobilnya, Alex langsung naik darah dan menyerang balik pembeli itu. Dan apa yang terjadi, Alex menang dalam perdebatan dan pembeli pun menjauh darinya.
Tapi, apa yang kita garis bawahi dari cerita tersebut adalah Alex menang dalam perdebatan, tapi dia tidak menjual satu mobil pun terhadap pembeli tersebut.

Oke sekarang mari kita nasehati Alex dengan menahan diri agar tidak bicara dan menghindari pertengkaran.

Dan apa yang terjadi, ternyata Alex menjadi salah satu Penjual mobil tersukses! Bagaimana dia melakukan hal tersebut??


Berikut kisahnya, saat pembeli bilang "Mobil merah itu tidak bagus! Jelek! saya tidak mau membelinya, biarpun anda memberikannya kepada saya. Saya akan membeli mobil lain!" Alex menjawab "Mobil lain yang anda maksudkan itu memang bagus, kalau anda membeli mobil itu maka anda tidak akan pernah berbuat kesalahan. Mobil lain itu memang dibuat dari perusahaan bagus."

Saat Alex menjawab seperti itu pembeli tidak mampu menolak lagi argumen dari Alex, tidak ada celah untuk mendebat. Kalau memang pembeli bilang mobil lain itu yang terbagus, dan Alex menjawabnya memang benar, maka dijamin tidak akan ada perdebatan. Tidak mungkin si pembeli sampai sore hari terus berkata "Mobil itu yang bagus!!" padahal Alex sudah setuju dengannya.
Strategi Alex ialah mulai membicarakan tentang hal-hal bagus yang dimiliki oleh mobil merah.


Dulunya memang pernyataan pembeli tadi sudah membuat Alex naik darah. Alex akan mendebat tentang mobil lain tersebut, dan Alex akan sangat menentang keras. Dengan cara yang dilakukan Alex tersebut tentu akan membuat pembeli membela mobil lain tersebut, dan semakin lama mendebat semakin pembeli akan membeli mobil dari pesaingnya. Sedangkan mobil Alex tidak jadi dibeli.

Dikutip dari kata-kata Ben Franklin, "Kalau anda mendebat dan bersikeras dan menentang, anda kadang-kadang memang akan mendapatkan kemenangan, tapi itu merupakan kemenangan kosong, karena anda tidak akan pernah memperoleh kehendak baik lawan anda."

Anda mungkin benar bahkan benar sekali, sementara anda melaju dalam perdebatan anda, mungkin anda akan sangat sia-sia dan membuat anda menjadi orang yang salah.


Dalam sebuah artikel Bits and Pieces, beberapa saran untuk mencegah rasa tidak setuju agar tidak menimbulkan perdebatan.

  • Sambut baik rasa tidak setuju itu,
  • Jangan percaya dengan kesan pertama naluri anda,
  • Kendalikan kemarahan anda,
  • Dengarkan dulu,
  • Cari pokok-pokok kesepakatan,
  • Jujurlah,
  • Pikirkanlah ide-ide lawan anda dan pelajari ide-ide itu dengan seksama,
  • Berterimakasihlah dengan tulus karena minat mereka,
  • Jangan terburu-buru bertindak, mari pikirkan masalahnya

Penyanyi tenor Opera Jan Peerce, setelah 20 tahun menikah, pernah berkata: "Istri saya dan saya sudah membuat perjanjian jauh hari sebelumnya, dan kami sudah menjaganya, tidak peduli betapa marahnya kami terhadap satu sama lain. Apabila seorang dari kami berteriak, yang lain harus mendengar karena apabila dua orang berteriak, tidak akan terjadi komunikasi, hanya terdengar suara berisik yang semrawut/"


Oke sekarang prinsip yang kita dapatkan ialah "Satu-satunya cara memperoleh sepenuhnya manfaat dari perdebatan adalah menghindarinya".


Anda tidak setuju dengan pendapat saya??

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More