Tuesday, January 29, 2013

Karakter seorang Anak ditentukan oleh orang tuanya

 
Ada sebuah kisah, yang Insya Allah menginspirasi kita semua agar bisa mendidik seorang anak dengan akhlak yang baik. Oke langsung ke cerita..

Seorang kakek hidup serumah bersama anak, menantu dan cucu berusia 6 tahun. Keluarga  itu biasa makan malam bersama. Si kakek yang sudah pikun sering mengacaukan suasana makan malam, tangan kakek bergetar dan mata rabun membuatnya susah menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh saat si kakek meraih gelas, susu tumpah membasahi taplak yang membuat anak dan menantu gusar.

Keesokan harinya, suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan tempat sang kakek makan sendirian, mereka lalu memberinya mangkuk plastik yang tidak mudah pecah. Saat keluarga itu sibuk dengan piringnya masing-masing, sering terdengar ratap kesedihan dari sudut ruangan. Namun suami istri itu justru mengomel agar Kakek tidak menghamburkan makanan lagi.

Anak mereka memandangi semua kejadian itu dalam diam. Pada suatu hari si ayah memperhatikan anaknya sedang membuat replika mainan kayu, anak itu bilang, "Aku sedang membuat meja buat ayah dan ibu saat aku sudah besar, nanti akan kuletakkan di sudut itu, dekat kakek biasa makan."

Apa yang dilakukan anak itu membuat kedua orang tuanya sadar, mereka memahami ada sesuatu yang mesti diperbaiki. Sejak saat itu mereka berempat kembali makan di meja yang sama, tidak ada lagi omelan saat piring jatuh, makanan tumpah, atau taplak ternoda kuah.

Anak-anak itu sesungguhnya salinan dari orang dewasa, mata mereka selalu mengamati, telinga mereka senantiasa mendengarkan, dan pikiran mereka terus mencerna. Mereka adalah peniru!! Melihat orang dewasa memperlakukan orang lain penuh kepedulian, kelak mereka akan memperlakukan orang lain dengan penuh kelembutan cinta yang merawat pula. Begitu juga sebaliknya!!

Semoga dengan kisah tersebut dapat menginspirasi kita semua agar lebih baik dalam mendidik seorang anak, dan tentunya kita sebagai orang tua atau orang dewasa sebagai contoh seorang anak!

0 komentar:

Post a Comment

Thanks for reading! Sebagai pembaca yang baik berikanlah kritik,saran, dan komentar..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More